Wednesday, October 15, 2014

Employee's Performance in Natural Office Space

Pertumbuhan perekonomian semakin maju, tentunya membawa dampak pula pada kehidupan masyarakat Indonesia menuju kesejahteraan. Namun pertumbuhan ini hanya terpusat pada kawasan perkotaan saja, terutama Ibu Kota. Hal ini ditandai dengan banyaknya bangunan tinggi menjulang di kawasan strategis menciptakan wajah kota menjadi lebih modern seperti halnya office space.

Ruang terbuka merupakan lokasi pertama kali dirasakan setiap kali manusia memasuki suatu bangunan untuk memulai aktifitasnya, termasuk office space Jakarta. Segala sesuatu dirasakan di ruang terbuka pada office space Jakarta tersebut, mempengaruhi para pegawai dalam memulai aktifitas pekerjaannya terutama dalam office space.
Ruang tersebut terbentuk karena adanya kebutuhan akan suatu tempat bertemunya atau berkomunikasi antara satu manusia dengan manusia lainnya. Terutama dalam hal pekerjaan. kegiatan tersebut tidak selalu harus dalam office space, namun alam terbuka bisa dijadikan sumber inspirasi karena diisi unsur vegetasi juga memiliki beberapa fungsi.
Ruang terbuka memiliki 2 unsur penting yaitu fungsi ekologis dan fungsi sosial. Secara fungsi ekologis, dapat berfungsi untuk meningkatkan kualitas air tanah, pengurang polusi udara serta pengatur iklim mikro. Secara sosial, keberadaannya juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial, sarana rekreasi, maupun landmark kota. Apabila terdapat office space yang mengarah langsung atau mendapat pemandangan alam akan sangat memungkinkan meningkatkan inspirasi dan semangat untuk bekerja juga meningkatkan kinerja.
Menurut Rustam Hakim, ada 2 fungsi ruang terbuka pada office space Jakarta, diantaranya:
a) Fungsi Sosial
  1. Lokasi bermain dan olahraga (Recreative).
  2. Lokasi komunikasi sosial (Social).
  3. Lokasi peralihan dan menunggu (Transition).
  4. Lokasi untuk mendapatkan udara segar (Refreshing).
  5. Sarana penghubung antara satu tempat ke tempat lainnya (Connected).
  6. Sebagai pembatas antar massa bangunan (Barrier).
  7. Sebagai sarana penelitian, pendidikan serta penyuluhan bagi masyarakat untuk membentuk kesadaran lingkungan (Education).
  8. Sebagai sarana untuk menciptakan kebersihan, kesehatan, keserasian, dan keindahan lingkungan (Environment).
b) Fungsi Ekologis
  1. Sebagai penyegar udara, mempengaruhi serta memperbaiki iklim mikro.
  2. Sebagai penyerap air hujan.
  3. Sebagai pengendali banjir dan pengatur tata air.
  4. Sebagai pemelihara ekosistem tertentu dan perlindungan plasma nutfah.
  5. Sebagai pelembut arsitektur bangunan.
Dermawan Wibisono mengatakan, memandang perlu indikator kinerja untuk menggambarkan beberapa aspek kinerja yang sangat kritis sehingga akan menentukan sukses atau tidaknya suatu organisasi pada masa kini maupun masa mendatang. Ada 4 aspek dalam pengukuran indikator kinerja, yaitu:
  1. Kemitraan (partnership) antara manajemen perwakilan pegawai atau pegawai secara keseluruhan termasuk serikat pekerja, pelanggan, dan pemasok. Dalam melakukan tugas, pegawai juga memerlukan dukungan dari bagian lain. Pegawai yang bekerja di bidang perencanaan memerlukan data dari bidang operasional, begitu juga sebaliknya.
  2. Pemberdayaan (empowerment) seluruh pegawai perusahaan atau organisasi.Untuk itu seluruh pegawai perlu dilibatkan dan berperan aktif dalammelaksanakan tugasnya masing-masing.
  3. Perbaikan kinerja terintegrasi (integrated performance improvement).
  4. Tim yang mandiri (independent).Tim yang mandiri memegang peranan penting bagi kesuksesan seluruh rancangan indikator kinerja.
Jadi, kesimpulannya adalah, dalam sebuah perusahaan yang memiliki banyak office space terutama untuk perusahaan dengan gedung menjulang belum cukup untuk memenuhi semua kebutuhan para pekerjanya. Tentunya ruang dengan udara bebas dalam suatu perusahaan akan sedikit membantu, karena ruang terbuka yang seperti menyatu dengan alam akan sangat memberi manfaat yang tidak ada dalam office space.

No comments:

Post a Comment